Tampilkan postingan dengan label historia game. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label historia game. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Maret 2016

mencari tahu


terkadang sebelum memainkan game tertentu kita akan mencari tahu apa yang dimiliki game tersebut,maka kita perlu tahu apa saja yang menjadi nilai plusnya.berikut poin penting dalam menilai bagus tidaknya sebuah game:
  • story
seperti pada sebuah film,story sangat penting dalam game agar pemain dapat merasakan alur cerita pada game yang ia mainkan agar benar-benar bisa menghayatinya.terserah apakah ceritanya simple atau komplek. 
  • gameplay
gameplay menentukan  seberapa nyaman pemain dalam mengendalikan karakter yang ia mainkan,karena semakin nyaman gameplay maka pemain akan melupakan seberapa beratnya rintangan yang ia hadapi .
  • grafis
bisa dibilang grafis memegang pengaruh yang cukup penting dalam game setelah gameplay karena grafis akan membantu pemain memvisualisasikan story pada game baik berupa tampilan yang realistis maupun unik.
  • platform/genre
 merupakan pengelompokan gameplay pada game sesuai cara kerjanya,sebagai contoh game sepak bola dikumpulkan dengan game sepak bola juga.
  • rating
jika diatas pengelompokan game disesuaikan dengan gameplay, maka rating dikelompokkan berdasarkan konten/isi pada game,sebagai contoh game untuk semua umur masuk pada rating everyone atau mengandung unsur kekerasan maduk pada rating mature.
  • harga
ini tergantung konsumen ,apakah ingin game yang murah namun bajakan atau mahal tapi mampu memberi konten yang sesuai .

Jumat, 19 Februari 2016

Riwayat konsol game Bagian 2

GENERASI KELIMA
Dimulai dari 1990 - 1994, Nintendo dan SEGA tetap bersaing. Berbagai game fenomenal dirilis. SNES menyertakan chip Super FX pada cartridge mereka, dan Sega menggunakan Sega Virtua Processor, keduanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas grafis dari game. Alhasil, SNES dan Sega saling beradu dengan game-game keren seperti Donky Kong Country (SNES) dan Vectorman (Sega).
Pada a
wal generasi kelima ini dimulai pada tahun 1993,Panasonic, sebuah perusahaan ternama merilis konsol buatan mereka yang bernama Panasonic 3DO. konsol ini pertama kali menggunakan CD (Compact Disk) sebagai pengganti cartridge. Namun ,harga yang tak bersahabat membuat konsol ini tidak populer, 3DO tidak bertahan lama dan harus segera menghentikan produksinya
Selanjutnya, tahun 1994, Atari kembali meluncurkan konsol baru untuk menandingi Nintendo dan Sega. Yaitu Atari Jaguar .Konsol ini jauh lebih canggih dibandingkan NES maupun Mega Drive, tetapi kontrol yang sulit menjadi kendala, belum lagi, pada saat yang sama, Sony merilis konsol legendarisnya, PlayStation. Atari bangkrut dan akhirnya melakukan merger.
Konsol basis CD yang pertama kali menuai sukses adalah Sony PlayStation. Konsol Jepang ini segera mendapat sambutan hangat, dan hingga saat ini, PlayStation sudah terjual ratusan juta unit. PlayStation yang juga disebut PS-One merupakan konsol terlaris sepanjang masa. Sega dan Nintendo tampaknya menyadari ketertinggalan mereka dari Sony. Sega kemudian merilis Sega Saturn, dan Nintendo mengeluarkan Nintendo 64. Tapi, sayangnya, kedua konsol ini sudah tak mampu lagi menyaingi konsol dari Sony ini.















dari atas ,atari jaguar,nintendo 64,SEGA saturn,sony Playstation 


GENERASI KEENAM
Setelah kejatuhan Nintendo dan Sega, kini dunia konsol menjadi milik Sony seorang. PlayStation menjadi raja dan bisa dibilang tidak memiliki pesaing. Sega mencoba merilis konsol generasi keenamnya, Sega Dreamcast pada 1999 untuk mematahkan dominasi Sony, Sega Dreamcast menjadi trend center konsol nex-gen dikemudian hari karena mengusung konsep multi player melalui jaringan internet dan memiliki grafis yang unggul dimasanya,namun,pada tahun 2002. Sega Dreamcast harus mengakui keunggulan konsol milik Sony ,
PlayStation 2.Dan akhirnya pada tahun itu juga, Sega mengundurkan diri dari dunia produsen konsol.
Sony semakin ’merajalela’ ketika mereka berhasil merilis konsol PlayStation 2, yang sudah berbasis DVD pada tahun 2000. Nintendo mencoba bertahan di dunia konsol dengan merilis GameCube. Konsol ini tidak menggunakan DVD 12 cm biasa, melainkan DVD yang berukuran lebih kecil, yaitu 8 cm. Ukuran keping medianya yang lagi-lagi nyeleneh membuat GameCube kurang populer.
Satu-satunya pesaing serius PlayStation 2 adalah Xbox. Sebuah konsol keluaran Microsoft ini menggebrak dengan tampilan visual yang sangat tajam dan berkualitas yang kala itu lebih menarik dibanding dengan PlayStation 2. Namun saying,game-game yang diilis Xbox ternyata tidak sepopuler PlayStation 2. Salah satu game Xbox yang cukup fenomenal yaitu Halo. Karena game ini telah memanfaatkan fasilitas yang dikembangkan oleh Microsoft, yaitu Xbox Live.










dari atas:SEGA dreamcast,sony Playstation 2,microsoft Xbox,nintendo game cube 

GENERASI KETUJUH
Bisa dibilang, Xbox terlambat merilis konsolnya ke pasaran dibanding PlayStation 2 serta support game-game kenamaan juga sangat minim. namun, Microsoft seolah telah belajar dari kesalahan dari pendahulunya. Pada saat Sony masih melakukan riset pada konsol terbarunya ,PlayStation 3 yang memakai Blu-Ray sebagai media playernya, Microsoft kali ini telah mengambil keputusan yang lebih cepat. Xbox 360, konsol generasi terterbarunya yang memanfaatkan media HD-DVD diluncurkan pada bulan November 2005.
Xbox 360 hadir dengan fitur-fitur istimewanya, dimulai dengan grafis, hingga titel-titel game terkenal diantaranya , Xbox Live semakin disempurnakan, dan mendapat sambutan luar biasa dari para gamer di seluruh dunia.
Pada tahun 2006,giliran Sony yang merilis konsol Next-gen nya. PlayStation 3 pada bulan November 2006, selang seminggu sebelum Nintendo meluncurkan konsol revolusionernya, yaitu Nintendo Wii. Pada posisi saat ini PlayStation 3 berada pada posisi yang kurang menguntungkan, selain karena Xbox 360 sudah ‘’mendahului’’ start dahulu dibandingkan competitor lain, Wii juga menawarkan inovasi dalam bermain game. Pada kontroler mereka yang dibekali ’motion sensitive’,system kendali Nintendo Wii yang menggunakan gerakan sebagai perintah dalam mengendalikan permainan . Apalagi, harga konsol ini lebih ‘’ramah’’ .bandingkan dengan konsol terbaru Sony PlayStation 3 yang merupakan konsol paling mahal dibanding dua pesaingnya. Alhasil, penjualan PlayStation 3 menjadi yang terendah di bawah Xbox 360 dan Wii .










dari atas: microsoft Xbox 360 ,sony Playstation 3,nintendo Wii

Kamis, 18 Februari 2016

Riwayat konsol game

GENERASI PERTAMA
Dahulu orang belum mengenal apa itu game . Game mulai muncul pada tahun 1972, pada saat itu, orang masih belum mengenal apa itu game konsol dan game komputer, saat itu hanya ada istilah ”video game”, yaitu sebuah permainan elektronik yang menampilkan gambar bergerak (video). Pada tahun 1972 ini, sebuah perusahaan bernama Magnavox meluncurkan video game pertama, yaitu Odyssey.
Bisa dibilang, Odyssey merupakan pelopor konsol game di dunia namun bukanlah sebuah mesin yang sukses, penjualannya tidak menunjukkan antusias konsumen. Tidak lama berselang, sebuah game arcade legendaris Atari berjudul Pong hadir. Pong merupakan sebuah game sederhana yang mengambil konsep permainan tenis, satu bola dan 2 papan di kiri dan kanan, pemain sebisa mungkin harus berusaha mengembalikan bola ke daerah lawan, tentu kalian sudah pernah melihat game yang hingga 2009 ini masih dimainkan.
Atari merilis Pong dalam bentuk sebuah mesin arcade (ding dong) bernama Sears. Akhirnya, pada tahun 1975, Magnavox menghentikan produksi Odyssey. Sebagai gantinya, mereka mengikuti jejak Atari, memproduksi mesin ding dong bernama Odyssey 100, yang khusus menyajikan game Pong.

gambar 1:odyssey

GENERASI KEDUA
Pada tahun 1976, Fairchild mencoba menghidupkan kembali dunia video game dengan menciptakan VES (Video Entertainment System). VES adalah mesin pertama yang disebut ”konsol”. Konsol ini menggunakan kaset magnetik yang disebut cartridge. konsep inilah kemudian diikuti oleh beberapa produsen lain, termasuk Atari, Magnavox, dan RCA, ketiga perusahaan tersebut juga merilis konsol serupa.
Pada tahun 1977, dunia konsol menjadi tidak populer, game-game yang ada tidak berhasil menarik minat. Fairchild dan RCA mengalami kebangkrutan. Praktis, hanya ada Atari dan Magnavox yang masih bertahan di dunia video game. Sekitar tahun 1978, Magnavox meluncurkan Odyssey 2, seperti pendahulunya, konsol ini gagal menjadi hit. Tak lama berselang, Atari meluncurkan konsol legendaris, Atari 2600, yang terkenal dengan game Space Invaders-nya. Dan mulai tahun 1980, berbagai produsen konsol muncul, dan mereka mengambil Atari 2600 sebagai konsep dasar, perkembangan dunia game pun semakin pesat.
Tiga tahun berselang, tepatnya tahun 1983, dunia video game kembali terpuruk. Game-game yang kurang kreatif membuat konsol kembali mendapat sambutan dingin, apalagi, PC saat itu menjadi semakin canggih. Orang lebih memilih membeli PC ketimbang konsol video game, selain untuk bermain, PC juga produktif untuk bekerja.
Kampanye seperti inilah yang terjadi di pasar dan membuat hampir seluruh perusahaan konsol mengalami kebangkrutan. Dan tahun 1983 ini menjadi titik di mana game-game komputer (PC Game) semakin berkembang pesat, hingga saat ini. Pelopor PC ber-game saat itu adalah Commodore 64, konsol sekaligus personal computer yang menyediakan tampilan grafis 16-warna dan memiliki kapasitas memori jauh lebih baik dari konsol videogame model apa pun.
Atari 2600, sempat menjadi hit pada era 80-an. Dan memiliki penerusnya bernama Atari 2600 Jr.

gambar 2:atas,fairchild VES
               bawah,commodore 64
GENERASI KETIGA
Hancurnya dunia konsol, menggugah perusahaan bernama Nintendo untuk mencoba membangkitkan industri video game kembali. Perusahaan Jepang ini menciptakan gebrakan baru, sebuah konsol bernama Famicom/Nintendo Entertainment System (NES) dirilis di akhir 1983. Konsol ini menampilkan gambar dan animasi resolusi tinggi untuk pertama kalinya. Setelah mendapat sambutan hangat di Jepang, Nintendo memperluas pemasarannya ke Amerika, yang dikenal dengan NES (Nintendo Entertainment System). Nintendo memiliki chip pengaman pada cartridge game mereka, dengan demikian seluruh game yang akan dirilis haruslah seijin developer Nintendo. Dan saaat itu Nintendo merilis sebuah game legendaris, Super Mario Brothers, yang menjadi maskot bagi perusahaan ini yakni Mario .



gambar 3: Famicom/NES
GENERASI KEEMPAT
Famicom /
NES mendapat sambutan hangat di seluruh dunia, dan sebuah perusahaan bernama Sega mencoba menyaingi Nintendo. Pada tahun 1988, Sega merilis konsol next-generation mereka, Sega Mega Drive (yang juga dikenal dengan Sega Genesis). Konsol ini menyajikan gambar yang lebih tajam dan animasi yang lebih halus dibanding NES. Konsol ini cukup berhasil memberi tekanan, namun NES tetap bertahan dengan angka penjualan tinggi. Dua tahun berselang, pada 1990, Nintendo kembali menggebrak dengan konsol next-gen mereka,Super Famicom / SNES (Super Nintendo Entertainment System). Selama 4 tahun, Nintendo dan Sega menjadi rival , meskipun ada beberapa produsen seperti SNK dengan NeoGeo-nya, NEC dengan TurboGrafx-16 dan Phillips CD-i, namun kedua konsol ini begitu handal dan populer.
Rivalitas yang legendaris, Super NES dan Mario Brothers sebagai ikonnya
melawan SEGA Mega Drive dan Sonic the Hedgehog sebagai ikonnya.




dari atas : SEGA Genesis,Nintendo super Famicom,philip CDi ,SNK neo geo ,turbografx 16

Selasa, 30 April 2013

riwayat media penyimpan






Cartridges

Cartridge game terdiri dari papan sirkuit cetak yang diletakkan di dalam casing plastik, dengan konektor yang memungkinkan perangkat antarmuka dengan konsol. Papan sirkuit dapat memuat berbagai macam komponen. Semua game cartridge berisi minimal, hanya membaca memori dengan perangkat lunak yang ditulis di atasnya. Banyak cartridge juga membawa komponen yang meningkatkan kekuatan konsol asli, seperti RAM tambahan atau coprocessor Komponen juga dapat ditambahkan untuk memperluas fungsi perangkat keras asli  (seperti gyroscopes, rumble packs, tilt-sensors, light sensors, dll), ini lebih umum pada konsol genggam di mana pengguna tidak berinteraksi dengan permainan melalui terpisah kontroler video game.
 
Cartridge adalah media eksternal yang dahulu  digunakan untuk konsol rumah dan  yang paling umum digunakan Developer, game pada tahun 1995 terjadi perbaikan lanjutan dalam kapasitas (Nintendo 64 menjadi  konsol game terakhir untuk menggunakan Cartridge ).  karena biaya produksi yang relatif tinggi mulai digantikan oleh media optik untuk konsol rumah pada awal abad ke-21, meskipun mereka masih digunakan di beberapa konsol video game genggam.


Cards






Beberapa konsol seperti Sega Master System dan TurboGrafx-16 pernah menggunakan media jenis smart card sebagai media eksternal .cards berfungsi mirip dengan cartridge sederhana. Informasi disimpan pada sebuah chip yang ditempatkan dalam plastik. cards lebih kompak dan sederhana daripada cartridge, meskipun. Hal ini membuat mereka lebih murah untuk memproduksi dan lebih kecil, tapi batas apa yang bisa dilakukan dengan mereka. cards tidak bisa menahan komponen tambahan, dan teknik cartridge umum seperti Bank switching (teknik yang digunakan untuk membuat game sangat besar) tidak mungkin untuk miniaturirasi ke cards di akhir 1980-an.

Compact Disc mengurangi banyak kebutuhan untuk
cards. Optical Discs dapat menyimpan informasi lebih dari cards, dan lebih murah untuk diproduksi. Nintendo GameCube dan PlayStation 2 menggunakan cards memori untuk penyimpanan, tetapi PS Vita, Nintendo DS dan Nintendo 3DS saat ini satu-satunya sistem modern menggunakan cards untuk distribusi game. Nintendo telah lama menggunakan cartridge dengan mereka Game Boy hand heldl karena daya tahan mereka, ukuran kecil, stabilitas (tidak gemetar dan bergetar genggam ketika sedang digunakan), dan konsumsi baterai rendah. Nintendo beralih ke cards dimulai dengan DS, karena kemajuan dalam teknologi memori dibuat menempatkan memori tambahan pada cartridge yang tidak perlu  PlayStation Vita menggunakan flash memori milik sendiri Vita cards Sony sebagai salah satu metode distribusi game.

Magnetic media

 Home computers telah lama menggunakan magnetic storage devices (perangkat penyimpanan magnetik). tape drive dan floppy disk drive adalah perangkat penyimpanan magnetikyang yang umum digunakan pada awal kemunculan mikrokomputer . Popularitas kedua media ini terjadi karena sebagian besar  tape drive atau disk drive dapat menulis materi saat membaca perintah.dalam kondisi stabil dan tidak mudah rusak dibandingkan cartridge game atau cakram optik.

Di antara konsol pertama yang menggunakan media magnetik adalah Bally Astrocade dan APF-M1000, yang keduanya bisa menggunakan kaset melalui ekspansi. Dalam kasus Bally, ini memungkinkan konsol untuk melihat perkembangan permainan baru bahkan setelah Bally menjatuhkan dukungan untuk itu. Sementara media magnetik tetap terbatas digunakan sebagai bentuk utama dari distribusi, dua konsol berikutnya populer juga memiliki ekspansi yang tersedia untuk memungkinkan mereka untuk menggunakan format ini. The Starpath Supercharger dapat memuat Atari 2600 game dari kaset audio; Starpath menggunakannya untuk murah mendistribusikan permainan mereka sendiri 1982-1984 dan sekarang ini digunakan oleh banyak programmer untuk menguji, mendistribusikan, dan bermain software homebrew. The Family Computer System Disk dirilis oleh Nintendo pada tahun 1985 untuk pasar Jepang. Nintendo menjual disk murah dan menjual mesin penjual otomatis di mana pelanggan bisa memiliki permainan baru ditulis ke disk mereka hingga 500 kali.


Optical media

Pada pertengahan 1990-an, berbagai produsen mulai bergeser ke media optik, khususnya CD-ROM, untuk game. Meskipun lebih lambat saat loading game data  dari cartridge tersedia pada waktu itu, namun memiliki significantly yang lebih murah untuk memproduksi game secara massa juga memiliki kapasitas yang lebih besar daripada teknologi cartridge yang ada saat itu. Sega merilis sistem game berbasis CD pertama dengan Mega-CD di Jepang pada tanggal 12 Desember 1991. segera setelah itu diikuti Commodore  dengan Amiga-CD32 pada September 1993 pada era konsol game 32-bit pertama. Pada awal abad 21, semua home consoles telah menggunakan media optik, kemudian  DVD-ROM menggantikan CD-ROM untuk penyimpanan data. PlayStation 3 sistem  bahkan telah menggunakan Blu-ray yang memiliki kapasitas yang lebih tinggi untuk game dan film sedangkan Xbox 360 menggunakan HD DVD dalam bentuk player USB eksternal add-on untuk film 

Sabtu, 09 Februari 2013

konsol game,dari "prasejara"menuju "tercanggih"

HALLO APA KABAR !!!!!
ah sudah lama ana gak update ,he...he...he.... harap maklum ana habis selesai UAS dikampus. tak terasa kini kita akan meyambut generasi baru konsol game yang ke delapan dan memang masih Nintendo yang "mencuri start"dahulu namun tenang saja di pertengahan tahun ini kompetitor lain seperti Sony dan Microsoft akan merilis "senjata" mereka ,sambil menunggu perang konsol dimulai mari sejenak kita napak tilas perjalanan konsol game dari masa -kemasa 
 GENERASI PERTAMA
Dahulu orang belum mengenal apa itu game . Game mulai muncul pada tahun 1972, pada saat itu, orang masih belum mengenal apa itu game konsol dan game komputer, saat itu hanya ada istilah ”video game”, yaitu sebuah permainan elektronik yang menampilkan gambar bergerak (video). Pada tahun 1972 ini, sebuah perusahaan bernama Magnavox meluncurkan video game pertama, yaitu Odyssey.
Bisa dibilang, Odyssey merupakan pelopor konsol game di dunia namun bukanlah sebuah mesin yang sukses, penjualannya tidak menunjukkan antusias konsumen. Tidak lama berselang, sebuah game arcade legendaris Atari berjudul Pong hadir. Pong merupakan sebuah game sederhana yang mengambil konsep permainan tenis, satu bola dan 2 papan di kiri dan kanan, pemain sebisa mungkin harus berusaha mengembalikan bola ke daerah lawan, tentu kalian sudah pernah melihat game yang hingga 2009 ini masih dimainkan.
Atari merilis Pong dalam bentuk sebuah mesin arcade (ding dong) bernama Sears. Akhirnya, pada tahun 1975, Magnavox menghentikan produksi Odyssey. Sebagai gantinya, mereka mengikuti jejak Atari, memproduksi mesin ding dong bernama Odyssey 100, yang khusus menyajikan game Pong.


GENERASI KEDUA
Pada tahun 1976, Fairchild mencoba menghidupkan kembali dunia video game dengan menciptakan VES (Video Entertainment System). VES adalah mesin pertama yang disebut ”konsol”. Konsol ini menggunakan kaset magnetik yang disebut cartridge. konsep inilah kemudian diikuti oleh beberapa produsen lain, termasuk Atari, Magnavox, dan RCA, ketiga perusahaan tersebut juga merilis konsol serupa.
Pada tahun 1977, dunia konsol menjadi tidak populer, game-game yang ada tidak berhasil menarik minat. Fairchild dan RCA mengalami kebangkrutan. Praktis, hanya ada Atari dan Magnavox yang masih bertahan di dunia video game. Sekitar tahun 1978, Magnavox meluncurkan Odyssey 2, seperti pendahulunya, konsol ini gagal menjadi hit. Tak lama berselang, Atari meluncurkan konsol legendaris, Atari 2600, yang terkenal dengan game Space Invaders-nya. Dan mulai tahun 1980, berbagai produsen konsol muncul, dan mereka mengambil Atari 2600 sebagai konsep dasar, perkembangan dunia game pun semakin pesat.
Tiga tahun berselang, tepatnya tahun 1983, dunia video game kembali terpuruk. Game-game yang kurang kreatif membuat konsol kembali mendapat sambutan dingin, apalagi, PC saat itu menjadi semakin canggih. Orang lebih memilih membeli PC ketimbang konsol video game, selain untuk bermain, PC juga produktif untuk bekerja.
Kampanye seperti inilah yang terjadi di pasar dan membuat hampir seluruh perusahaan konsol mengalami kebangkrutan. Dan tahun 1983 ini menjadi titik di mana game-game komputer (PC Game) semakin berkembang pesat, hingga saat ini. Pelopor PC ber-game saat itu adalah Commodore 64, konsol sekaligus personal computer yang menyediakan tampilan grafis 16-warna dan memiliki kapasitas memori jauh lebih baik dari konsol videogame model apa pun.
Atari 2600, sempat menjadi hit pada era 80-an. Dan memiliki penerusnya bernama Atari 2600 Jr.

GENERASI KETIGA
Hancurnya dunia konsol, menggugah perusahaan bernama Nintendo untuk mencoba membangkitkan industri video game kembali. Perusahaan Jepang ini menciptakan gebrakan baru, sebuah konsol bernama Famicom/Nintendo Entertainment System (NES) dirilis di akhir 1983. Konsol ini menampilkan gambar dan animasi resolusi tinggi untuk pertama kalinya. Setelah mendapat sambutan hangat di Jepang, Nintendo memperluas pemasarannya ke Amerika, yang dikenal dengan NES (Nintendo Entertainment System). Nintendo memiliki chip pengaman pada cartridge game mereka, dengan demikian seluruh game yang akan dirilis haruslah seijin developer Nintendo. Dan saaat itu Nintendo merilis sebuah game legendaris, Super Mario Brothers, yang menjadi maskot bagi perusahaan ini yakni Mario . 
GENERASI KEEMPAT
Famicom / NES mendapat sambutan hangat di seluruh dunia, dan sebuah perusahaan bernama Sega mencoba menyaingi Nintendo. Pada tahun 1988, Sega merilis konsol next-generation mereka, Sega Mega Drive (yang juga dikenal dengan Sega Genesis). Konsol ini menyajikan gambar yang lebih tajam dan animasi yang lebih halus dibanding NES. Konsol ini cukup berhasil memberi tekanan, namun NES tetap bertahan dengan angka penjualan tinggi. Dua tahun berselang, pada 1990, Nintendo kembali menggebrak dengan konsol next-gen mereka,Super Famicom / SNES (Super Nintendo Entertainment System). Selama 4 tahun, Nintendo dan Sega menjadi rival , meskipun ada beberapa produsen seperti SNK dengan NeoGeo-nya, NEC dengan TurboGrafx-16 dan Phillips CD-i, namun kedua konsol ini begitu handal dan populer.
Rivalitas yang legendaris, Super NES dan Mario Brothers sebagai ikonnya
melawan SEGA Mega Drive dan Sonic the Hedgehog sebagai ikonnya.
GENERASI KELIMA
Dimulai dari 1990 - 1994, Nintendo dan SEGA tetap bersaing. Berbagai game fenomenal dirilis. SNES menyertakan chip Super FX pada cartridge mereka, dan Sega menggunakan Sega Virtua Processor, keduanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas grafis dari game. Alhasil, SNES dan Sega saling beradu dengan game-game keren seperti Donky Kong Country (SNES) dan Vectorman (Sega).
Pada awal generasi kelima ini dimulai pada tahun 1993,Panasonic, sebuah perusahaan ternama merilis konsol buatan mereka yang bernama Panasonic 3DO. konsol ini pertama kali menggunakan CD (Compact Disk) sebagai pengganti cartridge. Namun ,harga yang tak bersahabat membuat konsol ini tidak populer, 3DO tidak bertahan lama dan harus segera menghentikan produksinya
Selanjutnya, tahun 1994, Atari kembali meluncurkan konsol baru untuk menandingi Nintendo dan Sega. Yaitu Atari Jaguar .Konsol ini jauh lebih canggih dibandingkan NES maupun Mega Drive, tetapi kontrol yang sulit menjadi kendala, belum lagi, pada saat yang sama, Sony merilis konsol legendarisnya, PlayStation. Atari bangkrut dan akhirnya melakukan merger.
Konsol basis CD yang pertama kali menuai sukses adalah Sony PlayStation. Konsol Jepang ini segera mendapat sambutan hangat, dan hingga saat ini, PlayStation sudah terjual ratusan juta unit. PlayStation yang juga disebut PS-One merupakan konsol terlaris sepanjang masa. Sega dan Nintendo tampaknya menyadari ketertinggalan mereka dari Sony. Sega kemudian merilis Sega Saturn, dan Nintendo mengeluarkan Nintendo 64. Tapi, sayangnya, kedua konsol ini sudah tak mampu lagi menyaingi konsol dari Sony ini.
GENERASI KEENAM
Setelah kejatuhan Nintendo dan Sega, kini dunia konsol menjadi milik Sony seorang. PlayStation menjadi raja dan bisa dibilang tidak memiliki pesaing. Sega mencoba merilis konsol generasi keenamnya, Sega Dreamcast pada 1999 untuk mematahkan dominasi Sony, Sega Dreamcast menjadi trend center konsol nex-gen dikemudian hari karena mengusung konsep multi player melalui jaringan internet dan memiliki grafis yang unggul dimasanya,namun,pada tahun 2002. Sega Dreamcast harus mengakui keunggulan konsol milik Sony ,PlayStation 2.Dan akhirnya pada tahun itu juga, Sega mengundurkan diri dari dunia produsen konsol.
Sony semakin ’merajalela’ ketika mereka berhasil merilis konsol PlayStation 2, yang sudah berbasis DVD pada tahun 2000. Nintendo mencoba bertahan di dunia konsol dengan merilis GameCube. Konsol ini tidak menggunakan DVD 12 cm biasa, melainkan DVD yang berukuran lebih kecil, yaitu 8 cm. Ukuran keping medianya yang lagi-lagi nyeleneh membuat GameCube kurang populer.
Satu-satunya pesaing serius PlayStation 2 adalah Xbox. Sebuah konsol keluaran Microsoft ini menggebrak dengan tampilan visual yang sangat tajam dan berkualitas yang kala itu lebih menarik dibanding dengan PlayStation 2. Namun saying,game-game yang diilis Xbox ternyata tidak sepopuler PlayStation 2. Salah satu game Xbox yang cukup fenomenal yaitu Halo. Karena game ini telah memanfaatkan fasilitas yang dikembangkan oleh Microsoft, yaitu Xbox Live.
GENERASI KETUJUH
Bisa dibilang, Xbox terlambat merilis konsolnya ke pasaran dibanding PlayStation 2 serta support game-game kenamaan juga sangat minim. namun, Microsoft seolah telah belajar dari kesalahan dari pendahulunya. Pada saat Sony masih melakukan riset pada konsol terbarunya ,PlayStation 3 yang memakai Blu-Ray sebagai media playernya, Microsoft kali ini telah mengambil keputusan yang lebih cepat. Xbox 360, konsol generasi terterbarunya yang memanfaatkan media HD-DVD diluncurkan pada bulan November 2005.
Xbox 360 hadir dengan fitur-fitur istimewanya, dimulai dengan grafis, hingga titel-titel game terkenal diantaranya , Xbox Live semakin disempurnakan, dan mendapat sambutan luar biasa dari para gamer di seluruh dunia.
Pada tahun 2006,giliran Sony yang merilis konsol Next-gen nya. PlayStation 3 pada bulan November 2006, selang seminggu sebelum Nintendo meluncurkan konsol revolusionernya, yaitu Nintendo Wii. Pada posisi saat ini PlayStation 3 berada pada posisi yang kurang menguntungkan, selain karena Xbox 360 sudah ‘’mendahului’’ start dahulu dibandingkan competitor lain, Wii juga menawarkan inovasi dalam bermain game. Pada kontroler mereka yang dibekali ’motion sensitive’,system kendali Nintendo Wii yang menggunakan gerakan sebagai perintah dalam mengendalikan permainan . Apalagi, harga konsol ini lebih ‘’ramah’’ .bandingkan dengan konsol terbaru Sony PlayStation 3 yang merupakan konsol paling mahal dibanding dua pesaingnya. Alhasil, penjualan PlayStation 3 menjadi yang terendah di bawah Xbox 360 dan Wii .

Lima tahun telah berlalu setelah perilisan ketiga konsol tersebut sudah menandakan bahwa  tiap -tiap konsol harus mulai merilis konsol baru ,namun dalam kenyataannya masing -masing konsol belum siap merilis konsol terbaru mereka .mereka lebih sibuk membuat perangkat tambahan yang mendukung motion sensitive yang dimiliki nintendo Wii yang dulu sempat dipandang sebelah mata oleh para kompetitor lain (playstation 3 dan Xbox 360 )
Pada tahun 2010 sony merilis playstation move sedangkan microsoft dengan kinect .playstation move dikendalikan menggunakan tongkat pengontrol gerak genggam, PlayStation Move menggunakan kamera PlayStation Eye untuk melacak posisi tongkat, dan sensor inersia dalam tongkat untuk mendeteksi gerakan si pengguna .sedangkan kinect dikendalikan menggunakan sistem"controller-free gaming'' atau menggunakan kamera untuk membaca gerakan tubuh yang selanjutnya diubah menjadi perintah gerak dalam permainan ,nintendo hanya menambahkan perangkat tambahan berupa Wii motion plus,yaitu perangkat yang mampu memberi gerakan akurat tubuh para pemain dalam game hingga perbandingan 1:1 atau sama pada permainan.namun dipenghujung usia Wii,Nintendo merilis versi "slim" dari nintendo Wii, yaitu Nintendo Mini Wii,bisa ditebak kalo yang satu ini memiliki banyak pemangkasan piranti ,mini Wii hanya bisa memainkan game Wii saja ,tanpa dukungan backward complitible .namun harganya cukup "bersahaja" sekitar satu jutaan .
meskipun kalah canggih dibandingkan kedua kompetitornya namun penjualannya bisa dibilang sukses dibandingkan pesaingnya bahkan konsol buatan mereka sendiri . 
 GENERASI KEDELAPAN

pada tahun 2011 nintendo akan mengumumkan penerus Wii ,yaitu Wii U pada pameran E3 tahun 2011,pada awalnya Konsol ini pertama kali disusun pada tahun 2008,setelah Nintendo dikritik memiliki beberapa keterbatasan dengan Wii. kekurangannya adalah pada Permainan yang  kurang HD(High Diferend) dan infrastruktur jaringan yang terbatas untuk Wii ,mereka memutuskan bahwa konsol baru harus dibuat untuk mengakomodasi perubahan-perubahan struktural yang signifikan.
Konsep layar sentuh tertanam dalam controller pada awalnya terinspirasi oleh cahaya biru di Wii yang menyala untuk mengindikasikan pesan baru Miyamoto dan timnya ingin menyertakan layar kecil untuk memberikan pesan umpan balik permainan dan status untuk pemain (mirip dengan VMU untuk Dreamcast Sega). kemudian dalam pengerjaannyadikembangkan ke layar penuh yang bisa menampilkan permainan yang dimainkan secara keseluruhan.Fitur utama dari controller adalah built-in touchscreen, yang baik suplemen atau meniru permainan yang ditampilkan di layar televisi. serta pengendali beberapa karakteristik dari Nintendo 3DS seperti accelerometer, giroskop, kamera, serta built-in microphone dan layar sentuh resistif
entah ini sebuah kebetulan atau memang sedang mengikuti tren saat ini dimana tablet menjadi model kontrolernya dan ternyata "layar sakti" ini menjadi nilai tambah dalam konsol pembuka ini yang membantu gamer mengendalikan karakternya
 Generasi pertama

 Generasi kedua

 Generasi ketiga  

 
 Generasi keempat

 Generasi kelima

 Generasi keenam

 Generasi ketujuh

 Generasi kedelapan

sumber:
 http://dakwahbilgame.blogspot.com